Penulis: Nurrohmi Fitria Latifah
Mentari menyapa pagi dengan sinarnya yang malu-malu untuk bangun dari tidur malam. Sudah beberapa hari ini langit menumpahkan air beningnya membasahi bumi. Untungnya, di hari Sabtu ini langit mendukung agar kegiatan rutin Ruang Baca di Literasi Desa Tumbuh tetap terlaksana dengan baik.
Hari ini, Sabtu, 10 Januari 2026, kegiatan Ruang Baca mengusung topik “Misi Rahasia: Jadi Pahlawan Tubuh Sehat!” sebagai salah satu dari rangkaian tema pada bulan Januari mengenai kesehatan. Topik ini bertujuan untuk mengenalkan cara hidup sehat kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menarik. Meskipun matahari tidak sepenuhnya memunculkan sinar hangat karena tertutup oleh awan kelabu, anak-anak tetap bersemangat mengikuti kegiatan Ruang Baca. Begitu juga para fasilitator yang sudah hadir dengan mengenakan baju olahraga.
Seperti biasa, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyapa anak-anak untuk menciptakan interaksi hangat, dan berdoa. Kemudian, anak-anak dengan serius mendengarkan dan menyimak buku mengenai makan sayur yang dibacakan oleh salah satu fasilitator. Riuh tawa terdengar saat fasilitator menanyakan sesuatu dan dijawab dengan celetukan oleh anak-anak.
Selanjutnya, anak-anak berdiri dan berbaris rapi untuk senam bersama. Tiga fasilitator dengan meriah memimpin senam. Musik yang diputar dengan asyik bercampur tawa dan suara khas anak-anak menciptakan suasana yang begitu hangat. Hasna, salah satu peserta kegiatan, dengan berani maju untuk ikut serta memimpin senam di depan.
Setelah beristirahat sejenak menyeka keringat, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh salah satu fasilitator. Materi yang diberikan berupa cara hidup sehat dan pencegahan penyakit menular. Fasilitator memberikan materi dengan cara yang cukup asyik membuatnya seperti dongeng pengantar tidur. Anak-anak memperhatikan dengan antusias dan beberapa kali menimpali dengan pertanyaan tak terduga menciptakan atmosfer yang serius tetapi juga seru.
Di akhir kegiatan, fasilitator menanyakan perihal kegiatan yang dilakukan pada hari itu dan pertanyaan lain seputar materi kepada anak-anak. Berdasarkan jawaban yang mereka lontarkan, dapat disimpulkan bahwa anak-anak mengikuti kegiatan dengan baik dan mampu memahami materi tentang hidup sehat yang diberikan. Bahkan, mereka mampu mengembangkan materi yang sederhana menggunakan pola pikir kritis yang luar biasa.
Sebagai fasilitator, melihat antusiasme anak-anak hari ini membuat saya kembali menyadari bahwa peran fasilitator bukan hanya menyampaikan materi. Fasilitator juga menjadi teman bagi anak-anak dan bisa menciptakan ruang belajar dan bermain yang menyenangkan. Meskipun terkadang ada beberapa hal yang cukup sulit seperti saat mengkondisikan anak-anak, memikirkan kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan polos mereka, tetapi mendampingi mereka membuat saya paham bahwa proses belajar akan lebih bermakna ketika dilakukan dengan hati dan kebersamaan. Interaksi hangat dengan mereka seperti menyembuhkan beberapa bagian yang tidak bisa diutarakan. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi saya untuk terus tumbuh dan berkembang dengan hati.
Nurrohmi Fitria Latifah
(Fasilitator Ruang Baca Yayasan Literasi Desa Tumbuh / Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Gadjah Mada)

