Penulis: Polar Osaka
Sekarang ini, anak-anak sering banget main sosial media dan game online. Tapi kalau nggak hati-hati, mereka bisa ketipu, nonton konten yang belum pantas, atau bahkan tanpa sengaja membocorkan data pribadi! Faktanya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebutkan bahwa terdapat 41 kasus anak yang menjadi korban kejahatan siber dan kekerasan seksual berbasis online selama tahun 2024. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya belajar cara aman dan pintar bersosial media sejak dini.
Untuk mencoba mengatasi permasalahan ini, Yayasan Literasi Desa Tumbuh bekerja sama dengan GenDigital Yogyakarta mengadakan kegiatan seru di ruang baca dengan tema “Aku Pintar Bersosial Media.” Belajarnya nggak pakai teori yang bikin ngantuk, tapi lewat permainan seru dan interaktif!
Pertama, ada Kotak Rahasia, tempat anak-anak belajar membedakan informasi yang boleh dibagi, seperti hobi kesukaan, dan yang harus disimpan, seperti tanggal lahir. Semua dimasukkan ke kotak rahasia dengan bantuan Kak Rizka.
Lalu ada Pesawat Kertas. Anak-anak menulis pesan di kertas origami, dilipat jadi pesawat, lalu diterbangkan ke teman. Kak Alia bilang kalau pesan yang sudah dikirim nggak bisa ditarik lagi, jadi harus mikir dulu sebelum menulis. Seru banget melihat pesawat-pesawat kecil beterbangan sambil anak-anak saling tersenyum membaca pesan temannya!
Terakhir, Zona Aman. Main engklek sambil ngobrol soal WhatsApp, YouTube, TikTok, dan Roblox. Kak Polar ngajarin cara melaporkan pesan atau konten nggak aman, pentingnya bermain sesuai umur, dan menjaga penampilan “avatar” di game selayaknya kita menjaga penampilan kita di dunia nyata.
Acara ini diadakan di Ruang Baca Yayasan Literasi Desa Tumbuh, Sabtu pagi, 20 Desember 2025, diikuti 21 anak dari kelas 2–4 SD dan beberapa adik yang lebih kecil, dengan relawan GenDigital: Polar, Alia, Rizka, Shylvi, Zayyan, dan Jendra. Kegiatan ini memberi banyak refleksi bagi para relawan. Ternyata, anak-anak sering menghadapi berbagai masalah di dunia online, seperti menemukan tontonan seram dan tidak sesuai umur atau menerima pesan dari orang tidak dikenal yang meminta informasi pribadi. Hal ini semakin menegaskan pentingnya mengedukasi anak tentang dunia digital sejak dini, agar mereka memiliki kebiasaan online yang sehat. Selain itu, membangun hubungan yang baik dengan orang tua juga penting, supaya anak merasa nyaman dan selalu terbuka untuk melapor jika menemukan hal yang membuat mereka tidak nyaman.
Setelah kegiatan ini, semoga anak-anak bisa pulang dengan ilmu baru dan siap bersosial media dengan cerdas, aman, dan penuh tanggung jawab, ya!
Polar Osaka, President of GenDigital Academy Yogyakarta — Mahasiswa Bio Medical Engineering UGM Yogyakarta
Dokumentasi kegiatan bisa dilihat di sini: https://www.instagram.com/reel/DSpbBTXEqgC

